loader image

Innovative Solutions on World Rhino Day – Saving Rhino’s with Cassava Waste

NEWS RELEASE

Innovative Solutions on World Rhino Day – Saving Rhino’s with Cassava Waste

 

On World Rhino Day this year, we’re aiming to raise more to protect this magnificent species with a locally driven solution that is protecting the Sumatran Rhino forest habitat through a livelihood development program using local cassava waste.

 

 

The 22nd of September marks World Rhino Day. The forests of Indonesia are home to the most critically endangered Rhino species on the planet with fewer than 80 Sumatran and Javan Rhino’s remaining. This means these unique and important species could go extinct in our lifetime and innovative solutions are required to ensure that doesn’t happen. 

The Indonesian Rhino Initiative (IRI) has developed a locally driven solution that is protecting the Sumatran Rhino forest habitat through a livelihood development program using local cassava waste. The program has brought together the community surrounding the Way Kambas National Park in Sumatra, which is home to approximately 20 Sumatran Rhino and a high priority habitat for many other megafaunas such as Elephants and Tigers.

Most families surrounding the National Park keep livestock to generate income as well as provide food for their families. As such, the demand for livestock feed is high and often results in resources being taken directly from the important national park habitat. IRI identified an opportunity to instead utilise the offcut waste generated from local cassava farms to feed the family livestock, using a specially designed processing machine. The people using the waste and machine have made an agreement to not enter the National Park to take food for their livestock.  

The pilot project has been very successful with more than 46 members using the processing machine. IRI hopes to expand the project and reach more communities by developing a central warehouse and buying a larger machine to accommodate use by hundreds of local people. Modest funding is now being sought for this expansion.

“The program has created positive results for community livelihoods, Rhino habitat protection and educating local people about conserving the forest. It is important that we work directly with local people to create innovative solutions to support Sumatran Rhino conservation and can scale these solutions for bigger impact” said Hanif, Executive Director of the IRI.

Rhino populations are predicted to have reduced by 95% over the last two centuries, driven by human impact including poaching, illegal wildlife trade and habitat fragmentation. On World Rhino Day, you can help support the last remaining Rhino populations in Indonesia by donating to the Indonesian Rhino Initiative – https://www.rhinoinitiative.org/

– ENDS –

 For media enquiries or more information, contact:

Indonesian Rhino Initiative

Hanif – hanif@rhinoinitiative.org

PRESS RELEASE

Solusi Inovatif di Hari Badak Sedunia – Menyelamatkan Badak dengan Limbah Singkong

 

Tanggal 22 September ditandai sebagai Hari Badak Sedunia. Hutan Indonesia adalah rumah bagi spesies Badak yang paling terancam punah di planet ini dengan kurang dari 80 Badak Sumatera dan 75 Badak Jawa yang tersisa. Ini berarti spesies unik dan penting ini bisa punah dalam hidup kita dan solusi inovatif diperlukan untuk memastikan hal itu tidak terjadi.

Yayasan Indonesia Badak Inisiatif atau yang dikenal dengan Indonesian Rhino Initiative  (IRI) telah mengembangkan solusi berbasis lokal yang bertujuan melindungi habitat hutan Badak Sumatera melalui program pengembangan mata pencaharian dengan menggunakan limbah singkong lokal. Program ini telah menyatukan masyarakat sekitar Taman Nasional Way Kambas di Sumatera, yang merupakan rumah bagi sekitar 20 Badak Sumatera dan habitat prioritas tinggi bagi banyak megafauna lainnya seperti Gajah dan Harimau.

Sebagian besar Rumah Tangga di sekitar Taman Nasional memelihara ternak untuk menghasilkan pendapatan tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup bagi keluarga mereka. Dengan demikian, kebutuhan akan pakan ternak menjadi tinggi dan hal ini sering kali mengakibatkan sumber daya untuk pakan tersebut diambil langsung dari habitat taman nasional yang penting. IRI mengidentifikasi peluang untuk memanfaatkan limbah sisa yang dihasilkan dari pertanian singkong lokal untuk memberi makan ternak keluarga, menggunakan mesin pengolah yang dirancang khusus. Masyarakat yang menggunakan limbah dan mesin tersebut telah membuat kesepakatan untuk tidak memasuki Taman Nasional untuk mengambil makanan bagi ternaknya.

Proyek percontohan telah  sukses dengan lebih dari 46 anggota menggunakan mesin pengolah. IRI berharap dapat memperluas proyek dan menjangkau lebih banyak masyarakat dengan membangun gudang sentral dan membeli mesin yang lebih besar untuk mengakomodasi penggunaan oleh ratusan masyarakat setempat. Pendanaan sederhana sekarang sedang dicari untuk ekspansi ini.

“Program ini telah memberikan hasil positif bagi mata pencaharian masyarakat, perlindungan habitat Badak dan mendidik masyarakat setempat tentang melestarikan hutan. Penting bagi kami untuk bekerja secara langsung dengan masyarakat setempat untuk menciptakan solusi inovatif untuk mendukung konservasi Badak Sumatera dan dapat meningkatkan solusi ini untuk dampak yang lebih besar” kata Hanif, Direktur Eksekutif IRI.

Populasi badak diperkirakan telah berkurang 95% selama dua abad terakhir, didorong oleh dampak manusia termasuk perburuan, perdagangan satwa liar ilegal dan fragmentasi habitat. Pada Hari Badak Sedunia, Anda dapat membantu mendukung populasi Badak terakhir yang tersisa di Indonesia dengan berdonasi ke Indonesian Rhino Initiative  (IRI)- https://www.rhinoinitiative.org/

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *